INCREASING SINGLE SKILLS IN THE EMPTY RAW HANDS THROUGH AUDIOVISUAL MEDIA

  • Widiastuti Physicaleducation Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
  • Iman Sulaiman Physicaleducation Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
  • Satria Salam Physicaleducation Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Keywords: Pencak Silat, Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong, Media Audio Visual

Abstract

This research was motivated by the decline in the achievements of regional athletes of the Indonesian Pencak Silat Association (IPSI). Tangerang district, in Banten Province Fifth Regional Student Sports Week Championship, in 2016. This study is to determine whether the use of audio-visual media can improve the athletes' skills of Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong (Solo Routine Without the Use of the Weapons) at the training area of the IPSI of Tangerang district. The main idea of this study uses the Kurt Lewin Model, for Action: Planning: Action; Observation; and Reflection which was carried out in two (2) cycles. In this research, 20 (twenty) athletes from IPSI Tangerang district participated in the training. The focus of this research is to improve the skills of the Solo Routine Without the Use of the Weapons performed by those athletes. The technique of collecting data through action tests is by observing the athletes through the use of audiovisual media. Data analysis techniques were carried out in qualitative and quantitative descriptive method The results from the two cycles of actions, observations and reflections, showed that the Solo Routine Without the Use of the Weapons skills through audio visual media had increased From the results of the first cycle test, 8 athletes (40 % of the percentage) showed the correct moves of the Solo Routine Without the Use of the Weapons, while the other 12 athletes (60% of the percentage) still made the wrong moves. The results of the second cycle test showed 14 athletes (70% of the percentage) did the right moves and 6 athletes (30% from the percentage) still made the wrong moves. Based on the results of the above research, it is evident that there was a 30 % increase in the skills of the athletes in the second cycle rather than the first cycle The results showed that the usage of audio visual media in training of the Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong (Solo Routine Without the use of the Weapons) can improve the skills of athletes in the training facility at the Tangerang District Indonesian Pencak Silat Association.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya prestasi para atlet daerah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), kabupaten Tangerang dalam Kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah V provinsi Banten, tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan Gerak Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong di pelatihan daerah binaan IPSI kabupaten Tangerang. Desain Penelitian Tindakan ini menggunakan Model Kurt Lewin, yaitu: Perencanaan; Tindakan; Pengamatan; dan Refleksi, yang dilaksanakan dalam dua (2) siklus. Adapun sampel penelitian meliputi para atlet binaan pelatihan daerah IPSI kabupaten Tangerang yang berjumlah 20 orang. Fokus penelitian adalah dengan meningkatkan keterampilan Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong yang dilakukan oleh para atlet. Teknik pengumpulan data melalui tes perbuatan yang diamati melalui penggunaan media audio visual. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian dari dua siklus, menunjukkan bahwa pengamatan atas keterampilan Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong melalui media audio visual mengalami peningkatan. Dari hasil test siklus pertama, 8 atlet (40% dari persentase) menunjukkan kebenaran gerak Jurus Baku Tunggal Tangan Kosong sedangkan 12 atlet (60 % dari persentase lainnya masih melakukan movement yang salah. Hasil tes siklus kedua menunjukkan 14 atlet (70% dari persentase) melakukan movement yang benar dan 6 atlet (30% ari persentase) masih melakukan movement yang salah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, terbukti bahwa terjadi peningkatan sebesar 30% keterampilan para atlet di siklus kedua daripada siklus pertama. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong melalui media audio visual dapat meningkatkan keterampilan para atlet binaan Ikatan Pencak Silat Indonesia kabupaten Tangerang. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amrullah, R. (2015). PENGARUH LATIHAN TRAINING RESISTENSE XANDER TERHADAP. Jurnal Pendidikan Olahraga, Vol. 4, No. 1, Juni 2015, 5.

Aprilia, K. N., Kristiyanto , A., & Doewes, M. (2018). Analisis penerapan prinsip-prinsip latihan terhadap peningkatan kondisi fisik atlet bulu tangkis PPLOP Jawa Tengah Tahun 2017/2018. Journal power of sports, 55-63. DOI: https://doi.org/10.25273/jpos.v1i1.2210

Ardyanto, S. (2018). PENINGKATAN TEKNIK SERVIS PENDEK PADA BULUTANGKIS MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL. Jurnal Ilmiah PENJAS, 21-32.

Ashaver, D., & Igyuve, S. M. (2013). The Use of Audio-Visual Materials in the Teaching and Learning Processes in Colleges of Education in Benue State-Nigeria. Journal of Research & Method in Education, 44-55. DOI: https://doi.org/10.9790/7388-0164455

Batubara, J. R. (2010). Adolescent Development (Perkembangan Remaja). Sari Pediatri, Vol. 12, No. 1, Juni 2010, 1.

Hardianti, & Asri, W. K. (2017). KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM KETERAMPILAN. Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra , 123-130.

Hartini. (2017). Perkembangan Fisik Dan Body Image Remaja. ISLAMIC COUNSELING VOL 1 NO. 02, 27. DOI: https://doi.org/10.29240/jbk.v1i2.329

IPSI. (2012). Pedoman Pelaksanaan Wasit dan Yuri IPSI,Peraturan Pertandingan Pencak Silat Indonesia MUNAS 2012.

Karyono, T. H., & Kriswanto, E. S. (2006). PENINGKATAN KAPASITAS SISTEM ANAEROBIK ANAK USIA 9 SAMPAI 10 TAHUN MELALUI LATIHAN NAIK TURUN BANGKU. Jurnal Olahraga Prestasi , 17-27.

Kriswanto, E. S. (2015). Pencak silat. yogyakarta: pustakabarupress.

Langga, Z. A., & Supriyadi. (2016). PENGARUH MODEL LATIHAN MENGGUNAKAN METODE PRAKTIK DISTRIBUSI TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLE ANGGOTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET SMPN 18 MALANG. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 90- 104.

lestari, I. d., Halimahtusha'diah, & Fibria, A. P. (2018). PENGGUNAAN MEDIA AUDIO, VISUAL, DAN AUDIOVISUAL DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN KEPADA GURU-GURU. Journal PKM: Pengabdian kepada masyarakat, 55-60. DOI: https://doi.org/10.30998/jurnalpkm.v1i01.2361

Mardotillah:, M., & Zein, D. M. (2016). SILAT: IDENTITAS BUDAYA, PENDIDIKAN, SENI BELA DIRI, DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN. JURNAL ANTROPOLOGI: Isu-Isu Sosial Budaya., 121-133.

Marwan, I. (2018). Pengembangan Model Pembelajaran Seni Gerak Pencak Silat Berbasis Aplikasi Android. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 153-160. DOI: https://doi.org/10.17509/jpjo.v3i2.12453

Munas, P. P. (2012). Peraturan Pertandingan Ikatan Pencak Silat Indonesia.

Murni. (2017). PERKEMBANGAN FISIK, KOGNITIF, DAN PSIKOSOSIAL PADA MASA KANAK-KANAK AWAL 2-6 TAHUN. 22.

Nedianto. (2016). PEMBINAAN PRESTASI ATLET REMAJA PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI KECAMATAN MONTONG KABUPATEN TUBAN. Jurnal Kesehatan Olahraga , 23-31.

Ngafifi, M. (2014). KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA. Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 33-47. DOI: https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2616

Nisya, L. S., & Sofiah, D. (2012). RELIGIUSITAS, KECERDASAN EMOSIONAL DAN KENAKALAN REMAJA. JURNAL PSIKOLOGI, 562 – 584.

Purwono, J., Yutmini, S., & Anitah, S. (2014). PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 PACITAN. JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN, 127-144.

Putro, K. Z. (2017). Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Jurnal Aplikasi Ilmuilmu Agama, 25-32.

Rezki. (2016). ANALISIS GERAK MOTORIK DASAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR. Journal Sport Area, 63-70. DOI: https://doi.org/10.25299/sportarea.2016.vol1(1).375

Rismayanthi, C. (2013). MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR SEBAGAI STIMULASI MOTORIK BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI AKTIVITAS JASMANI. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 64-72.

Sadiman, A.S., R, R., & et.al. (2002). Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sejati, N. W., Tomi, A., & Purnami, S. (2017). PENGARUH LATIHAN PASSING DIPANTULKAN KE DINDING TERHADAP HASIL TES KETERAMPILAN PASSING DALAM PEMBELAJARAN BOLAVOLI PADA KELAS X1 DAN X2 SMA NEGERI 1 SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO. GELANGGANG PENDIDIKAN JASMANI INDONESIA, 180-191. DOI: https://doi.org/10.17977/um040v1i1p180-191

Selvia. (2014). Pemanfaatan Media Audio Visual Gerak dalam Pembelajaran Pemahaman Lintas Budaya. Zenit, 185-190.

Setiawan, D. (2018). Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap budaya. SIMBOLIKA, Vol. 4 (1) April , 72. DOI: https://doi.org/10.31289/simbollika.v4i1.1474

SIDI, J., & MUKIMAN. (2016). Penggunaan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Hasil belajar IPS di SMP. Jurnal Ilmu Social, 12. DOI: https://doi.org/10.21831/socia.v13i1.9903

Spyanawati, N. L. (2014). HASIL BELAJAR JURUS TUNGGAL CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 13-22.

Sudjana, N. (2010). Menyusun Karya Tulis Ilmiah Berbasis Penelitian Kelas (PTK). Bekasi: LPP Bina Mitra.

Widiastuti, & Mulyani, R. (2017). MODEL LATIHAN ENDURANCE BERBASIS JURUS. GladiJurnal Ilmu Keolahragaan 08 (02) 2017, 112- 119, 5.

Published
2019-08-31
How to Cite
Widiastuti, Iman Sulaiman, & Salam, S. (2019). INCREASING SINGLE SKILLS IN THE EMPTY RAW HANDS THROUGH AUDIOVISUAL MEDIA . International Journal of Engineering Technologies and Management Research, 6(8), 48-56. https://doi.org/10.29121/ijetmr.v6.i8.2019.439